SELAMAT DATANG DI BLOG EFRAIM VG

Terima kasih, anda telah mengunjungi Blog kami,
Media ini dibuat sebagai Sarana informasi dan komunikasi antar Anggota Efraim Vocal Group,
Blog ini terbuka untuk siapa saja yang ingin berpartisipasi sepanjang
hal tersebut masih dalam sesuatu yang postif dan membangun.

Kami berharap kiranya media ini dapat menjadi berkat serta menjadi sesuatu yang berguna untuk kita bersama, Tuhan Memberkati.

Efraim VG

Senin, Maret 08, 2010

BERDEBAT SECARA BIJAK

Dalam suatu perdebatan ataupun diskusi, hendaklah masing-masing pihak tidak hanya mengambil sedikit-sedikit argumen yang dikemukakan masing-masing pihak. Tidak juga hanya mengambil beberapa pandangan yang dianggap lemah yang kemudian digunakan untuk menyerang lawan atau partner debat/diskusi. Namun, masing-masing pihak berupaya memahami seluruh argumen atau pandangan partner debat/diskusinya. Dan selalu berupaya memahami argumen masing-masing sedalam dan secermat mungkin demi memperoleh informasi yang jelas mengenai topik yang sedang diperdebatkan atau didiskusikan.

Upayakan untuk selalu mengkoreksi setiap argumen lawan atau partner debat/diskusi yang dianggap lemah, tidak relevan, tidak jelas (kabur/samar-samar), tidak logis, dan tidak masuk akal. Kemudian, berilah argumen yang lebih baik; relevan, jelas, logis, dan masuk akal. Senantiasalah awasi emosi sekaligus argumen sendiri. Dalam berdebat atau berdiskusi hendaklah tidak mencari-cari kelemahan lawan atau partner debat/diskusi untuk menunjukkan kehebatan diri melainkan bersama-sama mencari kesimpulan dan/atau solusi yang relevan, jelas, logis, dan masuk akal.

Hal yang juga selalu perlu diperhatikan dan diingat bahwa tujuan/sasaran debat atau diskusi bukanlah mencari pemenang atau siapa yang lebih kuat atau hebat melainkan bersama-sama mencari kebenaran yang didasarkan pada logika dan akal sehat manusia. Jadikanlah "lawan" debat atau diskusi sebagai rekan atau partner dalam upaya bersama menemukan kebenaran dan solusi yang relevan serta cermat. Partner debat/diskusi bukanlah lawan yang harus ditaklukkan, tetapi pasangan dalam bertukar dan berolah pikiran. Jadikanlah debat atau diskusi sebagai ajang mengasah dan mempertajam kemampuan menggunakan logika dan akal sehat yang dilandasi oleh semangat kritis yang dilakukan tanpa kenal lelah.
 
By. Andi Rengkung

Penulis adalah Dosen di STT Jakarta yang sedang mengambil gelar Master'nya (S2) untuk tau tulisan2nya lebih jauh silahkan kunjungi  : http://arrowsofcriticism.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Tulis Komentar Anda,Terima Kasih...GBU.